Dunia Peternakan: Panduan Lengkap Pola Makan Kuda, Domba, Ayam, dan Kucing
Gambar tersebut menampilkan kumpulan hewan ternak—seekor kuda, beberapa domba, ayam, dan seekor kucing—hidup berdampingan secara damai di padang rumput hijau. Meskipun mereka berbagi padang rumput yang sama, kebutuhan nutrisi dan pola makan alami mereka sangat katiesbeautybar.com berbeda, yang mencerminkan sistem pencernaan dan peran ekologis mereka yang unik. Artikel ini akan menguraikan pola makan spesifik dari masing-masing hewan ini dan bagaimana peran mereka di lingkungan peternakan dikelola untuk kesehatan dan produktivitas optimal.
Kuda: Herbivora Non-Ruminansia
Kuda adalah herbivora non-ruminansia yang sistem pencernaannya dirancang untuk terus-menerus merumput dalam jumlah kecil sepanjang hari. Di alam liar, kuda menghabiskan 12 hingga 16 jam per hari untuk makan rumput dan tanaman berserat tinggi lainnya.
- Pakan Utama: Fondasi utama diet kuda adalah hijauan, baik dalam bentuk rumput segar di padang rumput atau jerami berkualitas tinggi saat rumput tidak tersedia, terutama selama musim dingin. Hijauan ini menyediakan serat yang penting untuk menjaga saluran pencernaan mereka berfungsi dengan baik dan mencegah kondisi seperti kolik.
- Pakan Tambahan (Konsentrat): Kuda yang aktif bekerja, sedang tumbuh, atau hamil mungkin memerlukan tambahan energi dan nutrisi yang tidak cukup dari hijauan saja. Ini biasanya berupa konsentrat, campuran biji-bijian seperti oat, jelai, atau jagung, yang difortifikasi dengan vitamin dan mineral. Pemberian konsentrat harus dimoderasi dan disesuaikan dengan tingkat aktivitas kuda untuk menghindari masalah kesehatan seperti obesitas atau laminitis.
- Air dan Mineral: Akses tak terbatas ke air bersih dan segar sangat penting, karena kuda dewasa dapat minum hingga 40 liter air setiap hari. Blok jilat garam (salt lick) juga sering disediakan untuk memastikan asupan mineral penting seperti natrium klorida terpenuhi.
- Yang Harus Dihindari: Beberapa makanan umum di peternakan, seperti produk daging atau susu, roti, dan beberapa sayuran seperti kentang atau bawang, bersifat toksik bagi kuda dan harus dihindari.
Domba: Herbivora Ruminansia
Domba adalah ruminansia, yang berarti mereka memiliki sistem pencernaan khusus dengan empat ruang perut yang dirancang untuk memfermentasi bahan tanaman berserat. Ini memungkinkan mereka mengekstrak nutrisi secara efisien dari pakan yang lebih kasar.
- Pakan Utama: Seperti kuda, diet utama domba terdiri dari rumput dan tanaman padang rumput lainnya, termasuk semanggi (clover) dan forbs (tanaman herba berbunga). Mereka memakan sekitar 2 hingga 4 persen dari berat badan mereka dalam bahan kering setiap hari.
- Pakan Tambahan: Ketika padang rumput berkualitas rendah atau selama musim kemarau, domba diberi pakan tambahan berupa jerami, silase, atau pelet domba komersial. Domba hamil, menyusui, atau domba muda yang sedang tumbuh sering kali membutuhkan konsentrat biji-bijian tambahan untuk memenuhi kebutuhan energi dan protein yang meningkat.
- Perhatian Khusus: Domba sangat sensitif terhadap tembaga, dan pakan yang diformulasikan untuk spesies lain (seperti pakan kuda) sering kali mengandung tingkat tembaga yang mematikan bagi domba. Penting untuk hanya memberi domba pakan yang diformulasikan khusus untuk kebutuhan nutrisi mereka.
- Yang Harus Dihindari: Beberapa tanaman hias taman, seperti azalea atau pakis, beracun bagi domba.
Ayam: Omnivora
Berbeda dengan kuda dan domba, ayam adalah omnivora, yang berarti mereka secara alami memakan tumbuhan dan hewan kecil. Di lingkungan peternakan, mereka mencari makan dengan mengais-ngais tanah untuk menemukan serangga, cacing, biji-bijian, dan tanaman hijau.